Sabtu, 09 Maret 2013

Bisa Karena Terbiasa..

Bagi kebanyakan orang, bidang farmasi merupakan salah satu bidang yang cukup sulit dipelajari. Biaya sekolahnya mahal, butuh hafalan-hafalan obat dengan nama-nama yg sulit, dan kadang panjang-panjang lagi, jadi itu bukan pilihanku. Tapi entah kenapa kuambil tawaran untuk kerja di apotik, karena kupikir ada ilmu baru yang bisa kupelajari, toh nanti bisa bertanya.

Tapi ternyata, apa yang kupikir mudah tidak semudah kenyataan. Basicku yang bukan farmasi sudah membuatku mengalami banyak kesulitan saat bekerja di hari pertama. Waktu itu tugas pertamaku sebagai karyawan baru adalah menyiapkan obat-obatan yang harus dikirim ke apotik-apotik cabang dan dan membuat fakturnya. Bayangkan saja, aku harus tahu obat itu masuk golongan generik, golongan obat paten, atau bahkan psikotropika dan narkotika  yang notabene harus dipersiapkan oleh apoteker sendiri. Belum lagi tulisan yang sulit dibaca dan disingkat-singkat lagi. Jadi tiap baris obat, kuharus bertanya teman, karena kalau tidak aku tidak bakal menemukan obatnya disimpan dimana dan golongan apa. Rasanya seperti orang buta, yang jika tidak bertanya maka sesat di jalan.

Selama sebulan aku stres berat, karena belum hafal-hafal, padahal tugas-tugasku semakin bertambah, sampai-samai aku berniat mengundurkan diri dari pekerjaanku, tapi berkat kata-kata seorang teman kerja, kurngkan niatku itu. Waktu itu ia berkata, " Kalau bekerja di dunia farmasi, jangan dihafalkan, tapi dijalani, nanti juga hafal sendiri.."
 Dan betul sekali kata temnaku itu, setelah 3 bulan, kusudah enjoy dengan pekerjaanku, bahkan sering tersenyum dengan karyawan baru yang kebingungan dan setiap menit selalu bertanya padaku...hehe...

Satu inspirasi yang kuambildari pekerjaanku waktu diapotik dulu, yaitu bahwa pekerjaan sesulit apapun akan sanggup kita kerjakan karena TERBIASA. Ya, terbiasa. Kita bisa karena kita terbiasa. Apa jadinya jika kuterlanjur mengundurkan diri dulu? Menyianyiakan ilmu bergengsi yang bisa kudapat secara GRATIS, bahkan sambil digaji pula...:-) sedang orang lain harus belajar mahal, lama dan sulit untuk masuk dunia farmasi ini....
Beruntungnya diriku....

Suatu hari di Jogja....