Senin, 17 Februari 2014

Memberi Atau Tidak Memberi?

Menurut wikipedia, pengemis adalah orang yang membutuhkan uang, makanan, tempat tinggal atau hal lainnya dari  orang yang mereka temui dengan meminta. Lalu menurut saya, pengemis terbagi atas beberapa kategori. Yang pertama adalah kategori usia yaitu produktif dan non produktif, kategori kelengkapan fisik yaitu difabel dan non difabel, serta kategori kemandirian, yaitu terorganisir maupun mandiri. Namun saya tidak akan membahas semua kategori itu karena disiplin ilmu saya bukan sosiologi, jadi saya hanya akan membahas pandangan saya sebgai orang awam jika bertemu dengan mereka...(hehehe...ini ceritanya saya cari aman sajalah)

Dari judul di atas sebenarnya Anda semua bisa mengira-ngira bahwa saya ini sebenanya bingung juga jika ada pengemis yang meminta-minta pada saya, apalagi yang langsung ndodog (mengetuk) pintu rumah, manula lagi atau kaum difabel. Lain persoalan jika si pengemis itu masih terhitung usia produktif, walau dengan atribut dan tampang memelas rasanya saya tidak perlu berpikir lama untuk bilang, liyane mawon.. (lainnya saja...), jika dia pengemis yang baik setelah itu biasanya kata-kata religius yang keluar dari mulutnya, tapi jika kebalikannya yah siap deh kuping panas dengan kata-kata "sampah" haha...

Nah, jika Anda dimintai oleh pengemis dengan kategori pertama, apa yang Anda lakukan? Memberi tanpa berpikir panjang atau tetap  liyane mawon? Kalau saya sih saya beri tanpa berpikir panjang, tentu selama ada uang kecil, walau mungkin ada beberapa kalangan yang menghimbau untuk tidak memberikan uang kepada peminta-peminta. Yah, tidak ada yang benar maupun salah sih, karena itu semua menyangkut keikhlasan, alias hati nurani yang berbicara. Jadi memberi atau tidak mungkin sama saja (menurut saya lho hehe...).

Jogja, 17 November 2014
Pagi jelang siang
kristianaeli@gmail.com