Senin, 23 November 2015

Virus Negatif Medsos

Banyak yang heran dan bertanya kepada saya, kenapa saya jarang aktif di media sosial, padahal di zaman sekarang ini orang  yang tidak aktif di medsos dianggap ketinggalan zaman. Biasanya saya menjawab sekenanya, kadang saya jawab males, kadang saya jawab ga suka, ya jawaban yang sangat asal. Namun jawaban yang sebenarnya adalah saya tidak mau terbawa arus ego untuk selalu eksis. Saya mengamati diri saya dulu ketika awal-awal punya fb, masa senang-senang nya punya media sosial, saya seperti ingin menulis semua yang saya rasa, yang saya lihat, padahal sesungguhnya bagi orang lain itu tidak selalu penting. Saya juga mulai  ketagihan atau "gatal" untuk selalu mengomentari status teman-teman fb, entah statusnya penting atau tidak penting. Lalu saya mulai menemukan bahwa saya semakin jauh dari batas antara kebutuhan atau keinginan, padahal selalu mengomentari atau menceritakan semua hal bukanlah kebutuhan, tapi ego. Hingga suatu ketika oleh karena suatu hal saya mulai mengurangi frekuensi update status di medsos, dan saya mulai melihat lagi batas antara privasi, etika, kebutuhan yang dulu amburadul. Sejak saat itu saya memutuskan untuk benar-benar selektif di medsos. Ada sebuah tulisan yang menguatkan keputusan  saya dari Sonia Riccoti dalam bukunya "The Law of Attraction, plain and simple" yaitu,  : Setiap hari kita mendengar berita bagaimana semakin banyak orang tewas dalam perang. Saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak terpapar stimulus negatif seperti itu, karena hal itu akan mempengaruhi pikiran dan perasaan saya... 
Ya, Begitulah, diri kita akan mudah sekali terpengaruh apapun yang biasa kita lihat dan kita dengar..

Saya tidak menganjurkan orang-orang harus seperti saya, tapi minimal mampu mengerem hal-hal yang tidak penting di medsos, bisa selektif akan semua berita, tidak lagi berbicara seenak perutnya sendiri, tidak etis, ngawur, tidak mengumbar hal-hal pribadi yang harusnya disimpan untuk sendiri saja. Saya sangat setuju dengan adanya gerakan medsos yang hanya berisi ajakan untuk menulis tulisan-tulisan positif, atau yang sifatnya membangun, karena virus negatif itu akan sangat cepat menular ke ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang di dunia. Jadi mari bijak dalam ber-medsos... :-)

Yogyakarta, 2015
kristianaeli@gmail.com