Minggu, 19 Mei 2013

Tentang laki-laki

Saya ingat ketika  menonton sebuah tayangan Stand up comedy beberapa waktu lalu. Waktu itu salah seorang comic wanita menyampaikan gurauan, bahwa dihadapan laki-laki wanita itu kalah menariknya sama playstation yang harganya sekian juta saja...itu saja beli, kalu menyewa harganya cuma sekian ribu saja perjam....hahaha...
Topik tentang laki-laki bagi saya sangat menarik, dan bukankah itu tema yang tiada habisnya akan dibahas oleh wanita, selain masalah kecantikan tentunya..hehe..

Naluri, ya bahwa wanita akan terus mempertanyakan  laki-laki, sama seperti venus yang tidak memahami mars...dan  fakta bahwa wanita itu dikalahkan video game atau sepakbola membuat wanita bertanya-tanya, apa sih menariknya pencat-pencet tombol game atau melihat satu bola dijadikan rebutan? Fakta tersebut memang cukup menohok sih, lihat saja banyak wanita mengeluh ketika pasangannya hobi banget sama video game dan sepakbola. Para wanita merasa "disingkirkan". Namun melarang kaum laki-laki untuk main game sama menonton sepakbola, itu sama saja seperti melarang wanita untuk berdandan lho..SANGAT .TIDAK BISA dan membuat menderita!!!! hahahaha....
Jadi kalau menurut saya sih, biarkan saja, bukankah laki-laki itu makhluk yang ingin dihargai? Jadi hargai saja kesukaannya itu, toh kalau game atau pertandingannya sudah selesai, pasti yang dicari wanita lagi...hihihi.... Menurut saya justru ada untungnya lho, karena keberadaan mereka jelas, tidak kluyuran kemana-mana, carinya juga mudah, asal cukup tahu waktu saja, contohnya seperti kaum wanita yang seneng nonton drama korea, walau asyik mengikuti tapi klo ada hal penting yang harus dilakukan, ya singkirkan dulu, sama seperti ketika kita ketinggalan bus, jangan khawatir, bus selanjutnya pasti akan lewat lagi, alias masih banyak cara utk menonton drama tersebut, toh stok masih sangat banyak...

Topik selanjutnya yang biasanya dibicarakan tentang laki-laki (terutama yang masih single) adalah mengenai laki-laki tampan, yang pintar, mapan, banyak relasi, berprestasi, dll, karena sekali lagi naluri yang berbicara, naluri bahwa manusia suka melihat yang indah-indah...tapi peringatan juga buat kaum wanita, bahwa menilai lewat pandangan pertama sih sah-sah saja, tapi selanjutnya jangan berhenti sampai disitu, krn ada tanda tanya besar  yang harus menyertai si ganteng itu...Dan sebagai orang jawa, saya percaya akan ungkapan tresno jalaran saka kulino (suka karena terbiasa) itu jauh lebih baik, daripada sebuah perasaan cinta setengah mati pada pandangan pertama, yang sangat menggebu-gebu, bahkan sampai mematikan logika. Aduh duh...

Dari pengalaman saya sih mengenal laki-laki, tidak perduli apa hobinya, tidak perduli ia ganteng atau tidak, tidak perduli ia pintar atau tdk pintar, kaya atau keluarga sederhana, bahkan lebih muda atau lebih tua, itu semua hanya tentang apa yg ada di permukaan saja, dan semua pengalaman saya tersebut mengajarkan saya untuk hanya fokus pada menyelami sosok laki-laki yang membuat saya merasa  TEDUH disampingnya, merasa AMAN sebagai wanita yang diindunginya, merasa NYAMAN karena bisa menjadi diri sendiri dan mampu bertumbuh dan berkembang dg dukungannya, serta perasaan TENANG dalam menjalani hidup krn ada sosok pemimpin disamping saya...

Jogja, 19 mei 2013
minggu siang yang tenang di dalam kamarku..








Tidak ada komentar:

Posting Komentar