Minggu, 02 Juni 2013

Sebuah Ketakutan...


Banyak dari kita memiliki ketakutan tertentu akan  sesuatu atau sebuah hal. Dan ketakutan tersebut ada yang dalam batas wajar, menengah, sampai parah. Contohnya ada teman saya yang sangat ketakutan dengan kucing, hanya gara-gara ia pernah digigit kucing waktu kecil, padahal kucing itu bagi kebayakan orang adalah binatang lucu dan manja. Ada juga yang takut dengan tokek sampai-sampai melihat di tv pun ia tidak mau, kemudian ada juga takut akan ketinggian, takut berada di tempat sempit, dan banyak lainnya.

Nah kalau saya, saya tidak memiliki ketakutan berlebihan menyangkut binatang tertentu, ya kalau sejenis ulat, cacing, dan ular sih wajar ya jika saya  takut, karena itu binatang yg membuat mayoritas wanita menjerit hiiiii.... hehe.... Namun ada trauma unik pada diri saya nih, yaitu saya trauma menusuk daging sapi/kambing dengan tusukan bambu, gara-garanya sih beberapa tahun yang lalu tangan saya pernah tertusuk tusukan sate waktu mau membuat sate sapi, waktu itu tangan saya sampai infeksi, sakitnya minta ampun, dan lama sembuhnya. Sejak saat itu saya kapok, dan benar-benar tidak mau ditugasi bagian tusuk menusuk daging sapi/kambing dengan tusukan bambu. Beberapa waktu yg lalu sebenarnya saya pernah untuk mencoba lagi, karena saya pikir itu kan sudah beberapa tahun berlalu, dan masak sih saya memelihara trauma itu, dan memang saya coba dan bisa, tapi cuma tahan  satu tusuk sate saja karena tangan saya rasa-rasanya kesemutan, pegal,  berdesir tidak nyaman, dan kebayang-bayang luka dulu...wis pokoke masih kapok, dan saya belum mau untuk mencobanya lagi sampai detik ini ....

Selain soal persatean, ada lagi ketakutan saya, yaitu masuk gua! Ceritanya waktu SD saya pernah piknik ke gua Jatijajar, dan itu pengalaman pertama masuk gua. Sampai di dalam bukannya rasa senang karena bisa melihat pemandangan dalam goa tapi yang ada hanya rasa takut, bukan takut dengan hantu atau apa, tapi takut kalau sewaktu-waktu gua runtuh, atau lampu mati, dan saya tidak bisa bernafas di dalamnya, tidak bisa melihat matahari, dan sebangsanya, apalagi melihat sungai bawah tanah yg ada arusnya, waduh-waduh bagaimana kalau saya terpeleset dan jatuh, pikir saya waktu itu, pokoknya  yg ada perasaan saya cemas, tidak tenang, takut, dan ingan rasanya2 cepat-cepat keluar, saya sampai heran dengan banyak pengunjung yg sangat menikmati suasana gua dengan berfoto-foto, sedang saya yang penting berjalan cepat menyusuri gua, cepat keluar, dan tidak mau lagi masuk gua, sampai detik ini.. whaha...
Selidik punya selidik, mungkin rasa takut saya tersebut ada karena waktu kecil tiap kali lampu mati saya selalu glagepan (susah bernafas), sehingga ketakutan itu muncul, tapi seiring saya dewasa saya sudah tidak mengalami lagi glagepan tiap kali lampu mati, mungkin juga karena kamar saya ventilasinya banyak, atau saya sudah mampu menguasai keadaan di usia dewasa, tapi tidak tahu juga kalau  di hotel atau gedung yang non ventilasi cahaya sama sekali, entahlah....

Ya, itu dua ketakutan saya, dimana saya percaya  setiap orang memiliki ketakutan tersendiri dalam hidup, yang kadang ada yang berani diungkapkan ke umum, dan ada yang hanya untuk konsumsi pribadi saja. Yang jelas selama ketakutan tersebut tidak terlalu mempengaruhi hidup kita sih menurut saya tidak apa-apa, tapi kalau sudah menggangu sekali mungkin tidak ada salahnya mencari bantuan, karena kita bukan manusia sempurna kan....

Yogya, 1 Juni 2013, habis petang di kamar saya..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar