Senin, 10 Juni 2013
Sebuah Nama, sebuah cerita?
Apalah arti sebuah nama, ya itu benar, tapi nama saya sangat berarti bagi saya walau menurut Bapak Ibuk saya nama saya tidak mengandung arti apapun, hehe.. (berbeda dengan kedua kakak saya..). Sebenarnya jika boleh memilih, saya suka sekali dengan penggabungan nama sansekerta dan jawa, kelihatan bermakna sekali, tapi tetap saya syukuri nama saya krn itu adalah pemberian orangtua saya, dan wujud hormat saya kepada mereka sehingga saya tidak pernah mau dpanggil dengan nama lain selain Eli Kristiana.
Nah, ada hal menyebalkan yg sering saya alami dari zaman SD sampai kuliah, dimana beberapa kali pegawai administrasi salah mengetik atau menulis Eli Kristiana dengan Eli Kristiani. masa sih mereka tidak bisa membedakan antara huruf A dan I ? Pernah juga banyak yang tulis dengan ejaan asing, seperti Elly Christiana, waduh pak, panggilan sama tapi ejaan beda tetap bukan saya pak...
Ketika kenal dengan teman2 baru di zaman sekolah, ada juga yang mau panggil saya dengan kristi, atau tia atau ana... upss langsung saya tolak, itu bukan nama panggilan saya konco2, tapi yang paling menyebalkan adalah ada teman yang memanggil saya dengan lik, bukannya el atau li. Padahal lik kalau digabung dengan e menjadi elik! Wah kurang ajar benar teman saya itu ..wahahaha... saya kan tidak elik, tapi manis....suit suit...
Soal nama, ada yg unik nih dalam keluarga saya. Ibuk saya bernama Hartini, dengan adik kandung bernama Hartono, dan ibuk saya punya adik ipar (bulik saya) bernama Sutini, dan 2 adik ipar lagi dengan nama2 yang hampir mirip dengan nama Hartini... haha...entahlah kok bisa padahal tidak disengaja..
Saya juga punya teman SD yang punya nama Cinta Setya **, ya bisa ditebaklah artinya, namun ada satu nama yang menurut saya langka sekali milik salah seorang mahasiswa asal Indonesia Timur, yaitu Maria Sakit! Beneran, saya juga kaget sekali, entahlah apa artinya...hehe...
Bicara soal nama, orangtua dulu dan sekarang memang memiliki selera yang berbeda, kalau dulu nama2 yang (mohon maaf) ndeso, seperti Paimin, Paijo, Bejo sangatlah populer, tapi anak2 sekarang punya nama2 yang mengadaptasi nama luar, seperi laudya, michael, maya, yah pokoknya nama2 kerenlah. Bahkan byk pula yang memberi nama2 yang aneh2 yang buat orang akan tertawa atau mengernyitkan dahi mendengarnya. Memang sih sah2 saja, adalah hak orangtua untuk memberi nama apapun, namun menurut saya dengan memberikan nama yg terlalu aneh bukankah akan memberikan beban tersendiri bagi si anak kelak? Ya kalau sia anak sangat percaya diri dengan namanya sih tidak masalah, tapi kalu tidak?
Memang apalah arti sebuah nama, tapi kita akan dikenal dan dikenang orang karena sebuah nama pada diri kita, jadi mau diberi nama apapun, mari kita hormati nama kita, karena kalau bukan kita yang menghormati nama kita, lalu siapa lagi?
Jogja, 8 Juni 2013, habis petang dkamarku..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar