Sabtu, 15 Juni 2013

Lika Liku a Lady...


Wanita, makhluk yang diciptakan indah dan memilki pesona yang menggoda kaum laki-laki. Kehadirannya selalu digambarkan secantik bunga, dan di tangannyalah akan muncul generasi2 yang membuat dunia menjadi baik atau buruk di masa depan. Pengaruhnya luar biasa sekali bukan?

Namun, menjadi seorang wanita juga tidak mudah. Ketidakstabilan emosi merupakan salah satu faktor yang menjadikan wanita lebih lemah dibanding laki-laki. Bagai roller coaster, emosi sering naik turun tanpa bisa diprediksi. Di satu waktu ia bisa merasa tangguh dan bersemangat, tapi di waktu lain ia bisa merasa sangat rapuh. Sensitif, merupakan bagian dari dirinya, dimana perasaan berada pada urutan pertama dibanding logika. Air mata adalah salah satu cara yang digunakan untuk membuat perasaannya nyaman. Coba perhatikan, seorang wanita jika sangat marah, sangat sedih, atau sangat gembira pasti lebih banyak menangis.

Berbeda dengan kaum laki-laki yang sudah dari "sononya" pribadi kuat, wanita itu kuat karena sebuah alasan. Jika ia seorang ibu, maka anak-anak dan keluarganyalah yang membuat ia kuat. Jika ia seorang wanita karir, maka jabatan dan posisinyalah yang menjadikan ia kuat, atau bisa jadi kehidupanlah yang menjadikan ia wanita kuat. jadi pasti selalu ada alasan dibalik kuatnya seorang wanita...

Ribet, lebih boros, itulah wanita. Ada banyak kebutuhan non primer yang ia belanjakan. Iapun lebih sering merasakan sakit serta kekurangnyamanan sepanjang hidupnya. Mulai dari sakit datang bulan, sakit saat hamil muda, saat proses melahirkan, menjalani masa nifas, menyusui, merawat anak, merasakan efek KB, hingga menopouse. Semua masa2 berat itu menjadikan wanita selalu membutuhkan rasa aman dan perlindungan dari lingkungannya.

Selain memiliki jam malam, wanita juga memiliki jam biologis. Di umur tertentu ia sudah harus mendapat menstruasi, umur sekian ia sudah harus menikah, umur sekian sampai sekaian harus punya anak, lalu berhenti punya anak di umur sekian, seolah-olah dunia sudah mengatur siklus kehidupannya.
Wanita yang sudah menikahpun memilki pekerjaan 24jam sehari, 7 hari semingu, alias tanpa libur seumur hidupnya untuk mengurus suami, anak, mengurus karir (bagi yg berkarir). Hufff....

Itulah sedikit dari banyak hal tentang wanita. Tapi dibalik semua tugas berat menjadi seorang wanita, saya tetap bersyukur dan bangga dilahirkan sebagai seorang wanita. Dan setelah menikah, saya ingin seperti ibu saya, seorang ibu rumah tangga namun memiliki penghasilan non formal dengan waktu yang fleksibel. Selain saya nantinya bisa mengurus keluarga (dan terutama tetap cantik utk suami saya ;-) ), saya pun punya kegiatan sebagai sarana aktualisasi diri yang menambah pemasukan keluarga, sehingga tidak terlalu pusing2 amat saat harga barang2 naik...hehe..

Lalu jika diluar sana ada pernyataan laki-laki yang menyatakan bahwa wanita itu makhluk yang sukar dimengerti, maka jawaban saya begini, "Jangankan laki-laki yag sukar mengerti wanita, wanita saja sukar mengerti dirinya sendiri mas,....wahaha...."

Jogja, 15 Juni 2013, usai gerimis menjelang sore di kamarku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar